Senin, 31 Januari 2011

Sejarah Desa Jatimulya

Letak dan luas
Jatimulya adalah sebuah desa di Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan Provinsi Jawa Barat. Letak astronomis Desa Jatimulya adalah di antara 108°40" - 108°42" Bujur Timur dan 6°55" - 6°57" Lintang Selatan dengan luas wilayahnya 470,965 Ha. Desa Jatimulya  ini terletak timur laut Kabupaten Kuningan yang berbatasan dengan Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon di Utara, Desa Cikeusik di bagian selatan, Desa Mekarjaya dan Desa Sukajaya di bagian timur dan Desa Cieurih di sebelah barat. Desa Jatimulya terdiri atas 3 Dusun, yang dibagi  lagi atas 19 RT dan 3 RW.
Desa Jatimulya adalah merupakan dataran rendah  memanjang  di tepi sungai besar yaitu  sungai Cisanggarung di sebelah timur. Di tengah dilalui Jalan provinsi yaitu jalan yang menghubungakan Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan. Di bagian barat desa ada bukit kecil yaitu Puter Lumbung dan terbentang hutan dengan tegalan atau sawah tadah hujan yang kurang subur.
Awal terbentuknya
Sejarah Desa Jatimulya tidak terlepas dari Desa Cikeusik sebagai desa induknya dan usianya belum begitu lama, karena baru berdiri pada masa pemerintahan orde baru. Asal mulanya Desa Jatimulya merupakan bagian dari Desa Cikeusik. Sejak berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia sampai masa pemerintahan orde baru penduduk Desa Cikeusik tersebar di 4 (empat) dusun yaitu Dusun Cikeusik, Dusun Ciroke, Dusun Leuwihaur dan Dusun Cikancaskulon. Namun karena luasnya wilayah desa yang memanjang dan pertumbuhan penduduk semakin pesat, serta perlunya pelayanan masyarakat yang maksimal, maka sesuai program Pemerintah Daerah Tingkat II kabupaten Kuningan pada tahun 1984 Desa Cikeusik dimekarkan menjadi 2 (dua) desa, yaitu Desa Cikeusik meliputi Dusun Cikeusik dan Desa Jatimulya (pemekaran) meliputi Dusun Ciroke, Dusun Leuwihaur dan Dusun Cikancaskulon. Sejak saat itulah Desa Jatimulya berdiri sendiri dan terpisah dari Desa Cikeusik.
Asal nama Jatimulya
Menurut berbagai keterangan nama Jatimulya diambil  dari  kata ” jati ”  dan kata ” mulya ”.  Kata ” jati ” artinya  pohon atau kayu jati. Dan kata ” mulya ” artinya luhur budi, satria atau sangat bagus.
Hal ini dibuktikan dengan banyaknya tumbuh pohon jati di wilayah Desa Jatimulya, yang konon di masa lalu kayu jati di Desa Jatimulya termasuk kayu jati yang sangat bagus. Oleh karena itu dari dahulu di desa Jatimulya banyak pengrajin kayu yang membuat meja, kursi, lemari, ranjang dan alat-alat rumah tangga lainnya yang menggunakan bahan kayu jati dimana hasil garapannya paling bagus di Kabupaten Kuningan, namun sekarang tinggal beberapa pengrajin saja yang masih menggarap pembuatan alat-alat tersebut di atas.
Perubahan nama-nama Dusun
Dalam perkembangannya Pemerintah Desa Jatimulya melakukan penataan wilayah administrasi dusun sekaligus melakukan perubahan nama-nama dusun, antara lain :
1.      Dusun Ciroke menjadi Dusun Manis,  terbagi dalam 1 (satu) Rukun Warga (RW) dan 5 (lima) Rukun Tetangga (RT);
2.      Dusun Leuwihaur menjadi Dusun Pahing, terbagi menjadi 1 (satu) Rukun Warga (RW) dan 5 (lima) Rukun Tetangga (RT);
3.      Dusun Cikancaskulon menjadi Dusun Puhun, terbagi dalam 1 satu) Rukun Warga (RW) dan 9 (sembilan) Rukun Tetangga (RT);
Sejarah Kepemimpinan Desa Jatimulya
Dalam masa perkembangannya Pemerintah Desa Jatimulya sejak berdiri sampai saat ini telah mengalami beberapa periode kepemimpinan yang merupakan hasil musyawarah maupun pemilihan secara demokratis. Adapun kepala desa yang telah memimpin di Desa Jatimulya adalah sebagai berikut :
1.   Periode Pemerintahan I (1984 s.d. 1997)
      Pada awalnya Pemerintah Desa Jatimulya dipimpin oleh Bapak Sutarja yang saat itu masih menjabat Kaur Pemerintahan (ngabihi) Desa Cikeusik. Beliau diangkat sebagai Pejabat Sementara Kepala Desa selama hampir 2 tahun sejak 1984 sampai dengan 1986. Selanjutnya tanggal 7 Oktober 1986 Pemilihan Kepala Desa pertama dengan calon tunggal, Bapak Sutarja terpilih dan dilantik sebagai Pejabat Kepala Desa definitif sejak tahun 1987 sampai dengan 1995. Setelah masa jabatan Bapak Sutarja habis Pemilihan Kepala Desa ke 2 belum dapat dilaksanakan sampai tahun 1997, maka kepemimpinan sementara dijabat oleh Bapak Deman Juari yang saat itu sebagai Sekretaris Desa Jatimulya.
2.  Periode Pemerintahan II (1998 s.d. 2007)
      Pada bulan Desember 1997 Pemilihan Kepala Desa ke 2 dapat dilaksanakan dengan calon tunggal Ibu Turina Turi. Akhirnya beliau terpilih dan dilantik bulan Maret 1998 sebagai Kepala Desa definitif dan menjabat sampai berakhirnya masa jabatan bulan Maret 2006. Sementara Pemilihan Kepala Desa ke 3 belum dapat dilaksanakan, atas dasar musyawarah Badan Perwakilan Desa (BPD) saat itu, maka Bapak Nuryadi Kaur Ekonomi dan Pembangunan (Raksabumi) diangkat sebagai Pejabat Sementara Kepala Desa sejak bulan Maret 1996 sampai beliau mandaftar sebagai Calon Kepala Desa bulan Desember 2006. Selanjutnya Pejabat Sementara Kepala Desa dijabat oleh Bapak Abdul Mukti ( Kaur Kesra) sampai Pemilihan Kepala Desa ke 3 dilaksanakan.
3.   Periode Pemerintahan III (2007 s.d. sekarang)
      Pemilihan Kepala Desa ke 3 dilaksanakan tanggal 22 Januari 2007 dengan calon tunggal Bapak Nuryadi. Selanjutnya tanggal 25 Januari 2007 Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mengadakan sidang paripurna untuk menetapakan Bapak Nuryadi sebagai Calon Kepala Desa Terpilih sekaligus membuat surat permohonan kepada Bupati Kuningan untuk melantik Bapak Nuryadi sebagai Kepala Desa definitif. Pada bulan Pebruari 2007 beliau dilantik di Gedung Olahraga Ewangga dan memimpin Desa Jatimulya sampai sekarang.
Demikian sejarah singkat Desa Jatimulya, semoga dengan adanya dokumentasi Sejarah Desa Jatimulya ini dapat menggugah, mengenal dan memotivasi warga masyarakat Desa Jatimulya, terutama para pelajar , santri dan mahasiswa untuk mengambil hal yang positif bagi kemajuan warga masyarakat dan kemajuan Desa Jatimulya.

                                                                             Jatimulya, 31 Januari 2011
                                                                                             Penulis,

                                                                                             Kombara, S.Pd.

Nara Sumber :
1.      Deman Juari, mantan Sekretaris Desa Jatimulya (1984-2010);
2.      Nuryadi, Kepala Desa Jatimulya (2007-sekarang);
3.      Kombara, S.Pd. mantan Ketua Karang Taruna (1998-2008), mantan anggota LKMD (1997-2000) dan Sekretaris BPD Desa Jatimulya (2000-sekarang).

1 komentar:

  1. Makasih infonya, ini sedikit membantu tugas referrensi saya disekolah.
    MTsN CILEDUG

    BalasHapus